pengawasan terhadap orang Indonesia yang pulang dari Timur Tengah kini diintensifkan pemerintah di bandara-bandara internasional.
Flu dan suhu badan yang meningkat menjadi indikator awal orang yang kembali ke tanah air diperiksa intensif dan dicurigai sebagai suspect. Namun sejauh ini, orang Indonesia dari Arab Saudi tidak ada yang positif terkena Mers.
Para dokter spesialis mengatakan penyakit ini pada awalnya menyerupai flu kemudian diikuti gejala disaluran nafas, demam, nyeri dada, kesadaran menurun, dan infeksi paru-paru. "Virus ini mempunyai masa inkubasi selama 14 hari. Kalau selama ini kondisi orang yang dari Timur Tengah terus membaik, dipastikan tidak terjangkit," katanya.
Saat ini vaksin atau obat untuk Mers belum di temukan, sehingga pengobatannya juga belum dapat dilakukan langsung ke virus.
Tingkat Kematian
Secara alamiah manusia akan beradaptasi sindiri menciptakan antibodi.Tetapi waktunya lama, sehingga diperlukan upaya pencegahan agar virus tidak menyebar sampai Indonesia.
Virus ini mempunyai tingkat kematian sekitar 30% atau lebih tinggi dari risiko kematian virus SARS sebesar 10%. Tetapi tingkat kematiannya lebih rendah dari Flu Burung dengan 59% risiko kematian pada pasien.
Pencegahan likakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh pada warga yang akan pergi ke Timur Tengah. Selain itu saat di Timur Tengah agar menghindari kontak langsung dengan orang yang terkena flu. Kontak langsung terdiri atas menyentuh mulut dan hidung.
Biasakan cuci tangan dan memakai masker selama disana, karena penularannya lewat dahak yang dikeluarkan si penderita Mers.
0 Response to "WASPADAI FLU TIMUR TENGAH"
Post a Comment